Selasa, 28 Desember 2010

Khalil Gibran (1833 - 1931)

CINTA DAN KEHIDUPAN


Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan,
yang pertama adalah imajinasinya dan yang kedua
adalah yang belum dilahirkan.....

Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan
Keindahan jiwa dan raga adalah suatu kebenaran,
yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita
fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh
dengan kebajikan.......

Untuk, yang sedang bertanya-tanya tentang masa depan yang
tersembunyi dan terbayang begitu jauh,
berharap-harap tentang hidup yang sedang dan akan dihadapi,
yang sedang mencari keyakinan jiwa
terhadap jiwa lain yang menjadi pasangan jiwanya,
yang sedang gelisah menjalani hidup yang penuh ketidakpastian
dan godaan-godaan yang memberatkan,
yang semakin dewasa dan penuh dengan beban tanggung jawab
kehidupan aku berdoa untuk kalian

Ya Allah, Karuniakanlah kebajikan dan keteguhan hati kepada mereka
Jiwa-jiwa yang sedang tumbuh dewasa
bersihkanlah jiwa mereka masukkanlah mereka dalam
lindungan-Mu dan pemeliharaan-Mu.........

Pada mulanya engkau dan dia bertemu dalam
ketidak-sengajaan karena sejak mulanya
adalah engkau dan dia dipertemukan oleh
Tangan Ghaib yang mengatur kehidupan
dan sejak bertemu, ada yang tersentak dari dalam dadamu.

engkau akan segera menyadari keadaannya
tidaklah jauh berbeda takdir tengah bicara kepadanya.
Ada yang tersentak dari dalam dadanya,
sejak ia bertemu denganmu gadis
bermata lembut dan tatapanmu yang sejuk.

Lalu waktu yang engkau dan dia bayangkan pun tiba,
engkau bertemu dengannya berdiri didekat duduknya.
tetapi ia hanya duduk terdiam engkaupun
hanya berdiri terpaku berharap-harap.
Engkau ragu keliru memahami pandangan
matanya ketakutanlah yang menyelubungi langkahnya,
ia takut menemui kenyataanmu yang berbeda,
waktu berlalu dan engkau dan dia berlalu.

sejak ia berlalu dari hadapanmu sepi menggelayut
di dalam dadamu dan rindu bayang-bayangnya.
Sejak engkau berlalu dari hadapannya di dadanya
bergayut sepi dan rindu bayang-bayangmu.

Mengapa engkau dan dia tidak bersegera mengikuti panggilan jiwa,
Yang disatukan Tangan Ghaib dalam cinta Anugerah yang mengejawantah dalam
dirimu dan dirinya pabila cinta telah memanggilmu ikutilah jalannya
meski dibalik sayapnya yang anggun tersimpan pedang tajam melukaimu
yakinlah anugrah GhaibNya, akan membimbing engkau dan dia dalam perjalanan
yang mengembirakan betapapun jauhnya.

Apabila anugerah cinta telah melingkupi jiwamu dan jiwanya maka atas kehendakNya
engkau dan dia akan dipertemukan betapapun engkau tidak menginginkannya,
atau dia tidak menghendaki apabila hanya hasrat dan gelora nafsu yang melingkupi jiwamu
dan jiwanya maka atas kehendakNya engkau dan dia dipisahkan
betapapun engkau ingin menemukannya, atau dia ingin menemukanmu
sesungguhnya atas kehendakNyalah engkau dan dia dipertemukan atau dipisahkan

Nampaknya kegelisahanmu dan hasratnya hendak dipertemukan olehNya
dalam cinta sehingga waktu membuatmu sering berhadapan dengannya
dan ruang sering menempatkannya di dekatmu lalu engkau dan
dia menjadi lebih mudah berbicara dan mendekatkan jiwamu dengan jiwanya
sampai tiba waktu yang engkau dan dia tunggu.
benih yang dianugerahkan untukmu dan untuknya telah mulai bersemi
dan tumbuh sebagai pohon cinta dengan cepatnya, kalian menjadi
sepasang kekasih yang saling mengikat janji setia.

Sampai tiba waktunya engkau dan dia dikuatkan,
kalian saling memantapkan harapan dan tujuan
kalian saling mengingatkan tanggungjawab dan kenyataan hidup.
Kalian saling setuju hidup bersekutu.
Maka atas kehendakNya kalian dipersatukan
Atas NamaNya kalian menjadi suami istri dengan kasih sayang
berjanji saling menjaga dan mengingatkan tentang kebaikan saling
melindungi dan mendukung dalam kehidupan
dan hidup menjadi lebih nyata dan membahagiakan.

Begitulah kalian menjalani hidup bersekutu, bulan2 berlimpah
kegembiraan dan kesenangan memadu kasih dengan bahagia tanpa kesedihan
dan kegelisahan, lalu waktu berjalan semakin
panjang dan hidup menjadi semakin nyata,
keriuhan dan gejolak hidup menampakkan wujudnya.

engkau mengandung anakmu yang pertama,
suamimu bergembira dan menjadi semakin dewasa.
engkau bergembira dan bahagia penuh syukur dan doa kepadaNya.
ketika tiba saatnya beban kandungan semakin memuncak.
Dan engkau melahirkannya dengan
kesulitan dan berat antara rasa hidup dan mati yang menyakitkan
suamimu menjagamu dan menguatkanmu.

Ketika suara tangis bayi terdengar manusia baru telah lahir di tengah-tengah keluargamu
dan engkau merasakan kebahagiaan yang tinggi memeluk bayi basah yang merah
jiwamu penuh dengannya dan jiwanya mengenalimu sebagai ibunya
udara seperti penuh malaikat-malaikat suci menyambut dengan doa kehadiran anakmu
membisikkan kepadamu harapan-harapan dan janji dari Tuhan
hidupmu menjadi begitu berharga dan mulia dan mendapat tempat istimewa di surgaNya
engkau menjadi ibu
suamimu menjadi bapak
Waktu terus berjalan engkau melihat anakmu tumbuh berkembang
sampai tiba waktunya ia benar-benar menjadi dewasa dan memahami duniamu dengan leluasa
dan engkau memahami dunianya dengan lebih lega percaya dan ikhlas
tentangnya yakin karena engkau telah membimbingnya dengan benar maka engkau
berdoa untuk anakmu setiap malam dalam sujud

Ya Allah,
Tunjukkanlah kepada anakku jalan yang benar
dekatkanlah ia kepada jalanMu bimbinglah ia, jagalah ia, lindungilah ia,
berikanlah kepadanya keteguhan dan keyakinan yang kuat
tabahkanlah ia menghadapi hidup
dan sabarkanlah kami dan bimbinglah kami orang tuanya Ya Allah,
kami berserah diri kepadaMu.

Tiba waktu bagi anakmu menemukan kekasihnya seperti engkau ketika muda
dan ketika anakmu menikahi kekasihnya waktupun tiba
engkau berpisah dengannya anakmu menjalani hidup sendiri mendiami rumahnya sendiri
bersama dengan isterinya seperti engkau dahulu dan hidupmu seolah-olah kesepian

Waktu terus berputar dan kalian berdua menjadi begitu tua
rambut memutih dan tubuh melemah, kenangan berjalan satu-satu di depan mata
engkau menjadi memiliki kesadaran dan memahami hidup ini bisa begitu mudah atau rumit
tergantung bagaimana engkau melihat dan menjalaninya
sekarang engkau telah tua, sehingga engkau melihat apa yang
dahulunya engkau anggap sebagai kerumitan dan kesulitan yang besar
ternyata hanyalah hal yang sederhana dan mudah saja
ternyata engkau lahir bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup.

Engkau lahir adalah untuk ibadah kepadaNya dan menjalani kehidupan.
engkau lalu menjadi begitu pasrah dan ikhlas
menerima waktu yang semakin habis
tubuhmu menjadi sakit dan terbaring di dipan
anak-anakmu yang dekat maupun yang jauh berdatangan
berdoa dan memohonkan ampun disamping dipan
mengantarkanmu memenuhi waktu yang terakhir
sampai engkau akhirnya pergi meninggalkan dunia dengan tenang
anak-anakmu bahagia melihatmu tersenyum dengan tenang di saat
terakhir menandakan keberhasilanmu
menjalani hidup
mereka mendoakan hidupmu lebih bahagia dan tenang
di alam yang lebih kekal
Mereka bangga terhadapmu......


[dari berbagai sumber, sumber pustaka : QS Ali Imran, Musahi - Eiji Yoshikawa,
Sang Nabi Kahlil Gibran, Nyanyian Kasmaran - Ebiet G Ade, dan di edit kembali oleh : Chandra K.]




MUSIM BUNGA


Bunga akan nampak indah
Ketika musim bunga bermula
Mencium pucuk-pucuk kecilnya
Namun kasih akan sentiasa
Nampak indah dari bunga
Kerana ia terus tumbuh
tanpa bantuan musim




ANAK


Dan seorang perempuan yang menggendong
bayi dalam dakapan dadanya berkata,
Bicaralah pada kami perihal Anak. Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok,
yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka,
tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu,
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu,
Engkau adalah busur-busur tempat anakmumenjadi anak-anak panah
yang hidup diluncurkan, Sang pemanah telah membidik arah keabadian,
dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak - anak panah
itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang,
maka ia juga mencintai busur teguh yang telah
meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Dari Cinta, Keindahan, Kesunyian)




KATA SELEMBAR KERTAS SEPUTIH SALJU


Kata selembar kertas seputih salju,
"Aku tercipta secara murni, kerana itu
aku akan tetap murni selamanya.
Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi
abu putih dari pada menderita kerana tersentuh kegelapan
atau didekati oleh sesuatu yang kotor."

Tinta botol mendengar kata kertas itu.
Ia tertawa dalam hatinya yang hitam,
tapi tak berani mendekatinya.
Pensil-pensil beraneka warnapun mendengarnya,
dan merekapun tak pernah mendekatinya.
Dan selemba rkertas yang seputih
salju itu tetap suci dan murni selamanya - suci dan murni- dan kosong.




CINTA I


Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.
Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang?
kearah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka.
Dan dengan suara lantang dia berkata :
Pabila? cinta menggamitmu, ikutlah ia
Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam

Pabila ia mengepakkan sayapnya,
Engkau serahkanlah dirimu kepadanya
Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakankamu.
Pabila ia berkata-kata
Engkau percayalah kepadanya

walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu
seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman
kerana sekalipun cinta memahkotakan kamu
Ia juga akan mengorbankan kamu
walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu

Ia juga mematahkan ranting-rantingmu
walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi
dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar
dalam remang cahaya matahari
ia juga turun ke akar-akarmu
dan menggoncangkannya dari perut bumi

Seperti seberkas jagung
ia akan mengumpulmu untuk dirinya
membantingkanmu sehingga engkau bogel
mengayakkanmu sehingga terpisah kamu dari kulitmu
mengisarkanmu sehingga engkau menjadi putih bersih
mengulimu agar kamu mudah dibentuk
dan selepas itu membakarmu di atas bara api
agar kamu menjadi sebuku roti yang diberkati
untuk hidangan kenduri Tuhanmu yang suci

Semua ini akan cinta lakukan kepadamu
supaya engkau memahami rahsia hatinya
dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan
tetapi seandainya di dalam ketakutanmu
engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta
maka lebih baiklah engkau membalut dirimu
yang bogel itu dan beredarlah dari laman cinta yang penuh gelora

ke dunia gersang yang tidak bermusim
di sana engkau akan ketawa
tetapi bukan tawamu
dan engkau akan menangis
tetapi bukan dengan air matamu

Cinta tidak memberikan apa - apa melainkan dirinya
dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya
cinta tidak mengawal sesiapa
dan cinta tidak boleh dikawal sesiapa
kerana cinta lengkap dengan sendirinya

Dan pabila engkau bercinta
engkau tidak seharusnya berkata
kejadian adalah hatiku, sebaliknya berkatalah:
aku adalah kejadian.

Dan janganlah engkau berfikir
engkau boleh menentukan arus cinta
kerana seandainya cinta memberkatimu
ia akan menentukan arah perjalananmu

Cinta tiada nafsu melainkan dirinya
tetapi seandainya kamu bercinta
dan ada nafsu pada cintamu itu
maka biarlah yang berikut ini menjadi nafsumu;
menjadi air batu yang cair
membentuk anak-anak sungai
yang menyanyikan melodi cinta
pada malam yang gelap gelita
untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan

untuk merasa luka kerana engkau kini mengenali cinta
dan rela serta gembira
melihat darah dari lukanya
untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega
dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta
untuk beristirehat ketika matahari remang
untuk mengingati kemanisan cinta yang tidak terperi

untuk kembali ke rumahmu ketika air mati
dengan rasa kesyukuran di dalam hati
dan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu
yang bersemadi di dalam hatimu
dengan lagu kesyukuran pada bibirmu

(Dari Sang Nabi)




PERKAHWINAN


SEKARANG,CINTA mulai menciptakan puisi dalam prosa kehidupan,
untuk mencipta fikiran -fikiran masa lalu menjadi nyanyian pujian
agar bersenandung siang hari dan menyanyi pada malam hari.

Sekarang, hasrat menyingkapkan tabir keraguan dari kebingungan
pada tahun - tahun yang telah berlalu. Dari rangkaian kesenangan,
ia merajut kebahagiaan yang hanya bisa dilampaui dengan kebahagiaan
jiwa ketika ia memeluk tuannya.

Itulah dua peribadi kukuh yang berdiri berdampingan untuk mempertentangkan
cinta mereka dengan kedengkian dari takdir yang lemah.
Itulah perpaduan anggur kuning dengan anggur warna lembayung untuk menghasilkan
paduan keemasan, warna cakerawala saat fajar merekah.

Itulah pertentangan dua roh untuk pertentangan dan kesatuan dua jiwa dengan kesatuan.
Ia adalah curahan hujan jernih dari langit murni kedalam kesucian alam,
membangkitkan kekuatan - kekuatan ladang yang penuh berkat.

Apabila pandangan pertama dari wajah sang kekasih adalah seperti benih yang ditaburkan
oleh cinta diladang hati manusia dan ciuman pertama dari dua bibir adalah
seperti bunga pertama cabang kehidupan, maka perkahwinan adalah buah
pertama dari bunga pertama benih itu.

( dari Suara Sang Guru)




KEKASIHKU LAYLA


Kemarilah, kekasihku.
Kemarilah Layla, dan jangan tinggalkan aku.
Kehidupan lebih lemah dari pada kematian,
tetapi kematian lebih
lemah daripada cinta...

Engkau telah membebaskanku, Layla,
dari siksaan gelak tawa dan pahitnya anggur itu.
Izinkan aku mencium tanganmu, tangan yang
telah memutuskan rantai-rantaiku.
Ciumlah bibirku, ciumlah bibir yang telah mencuba untuk
membohongi dan yang telah menyelimuti rahsia - rahsia hatiku.
Tutuplah mataku yang meredup ini dengan jari - jemarimu yang berlumuran darah.

Ketika jiwaku melayang keangkasa, taruhlah pisau itu
ditangan kananku dan katakan pada mereka
bahawa aku telah bunuh diri kerana putus asa dan cemburu.
Aku hanya mencintaimu, Layla, dan bukan yang lain,
aku berfikir bahwa tadi lebih baik bagiku untuk mengorbankan hatiku,
kebahagiaanku, kehidupanku dari pada melarikan
diri bersamamu pada malam pernikahanmu.

Ciumlah aku, kekasih jiwaku...
sebelum orang - orang melihat tubuhku...
Ciumlah aku...
ciumlah, Layla...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar